Melihat Tempat Sujud Dan Khuysu'
Ketika dalam sholat diharuskan melihat ke tempat sujud dan khusyu'. Beberapa riwayat yang menceritakan hal ini ialah :
"Apabila Rasulullah saw sholat, maka beliau menundukan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke tanah" (HR Al Baihaqi dan Hakim. Hadis ini disaksikan oleh sepuluh orang sahabat )
"Tatkala beliau memasuki Ka'bah, maka pandangannya tidak pernah meninggalkan tempat sujudnya, hingga beliau keluar daripadanya" (HR Baihaqi dan Hakim)
"Tidaklah layak di dalam rumah terdapat sesuatu yang menyibukan (menggangu pikiran orang yang sholat." (HR Abu Daud dan Ahmad, shahih)
"Beliau melarang untuk mengarahkan pandangan ke langit." (HR Bukhari dan Abu Daud)
"Hendaknya suatu kaum menghentikan (mencegah) mengangkat (mengarahkan) pandangan mereka ke langit di dalam sholat atau pandangan mereka itu tidak akan kembali lagi kepada mereka, (di dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa mata mereka disambar petir)." (HR Muslim, Bukhari dan As Siraj)
"Apabila kamu sholat, maka janganlah kamu menoleh, karena sesungguhnya Allah menghadapkan wajahNya ke wajah hambaNya di dalam sholatnya, selagi ia tidak menoleh." (HR Turmudzi dan Hakim)
"(Menoleh adalah) suatu curian yang dicuri setan dari sholat seorang hamba." (HR Bukhari dan Abu Daud)
"Shalatlah seperti shalat orang yang berpamitan, seakan - akan engkau melihatNya dan walaupun engkau tidak melihatNya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." (Al Mukhlis dalam Ahaditsi Muntaqah, Thabrani, Rubani dan Dhiya' dalam Al Mukhtarah. Ibnu Majah, Ahmad dan Ibnu Asakir dishahihkan oleh Haitani Al Faqih dalam Asna'l Mathalib)
"Tidak ada bagi seorangpun yang datang kepadanya shalat wajib. lalu tidak memperbaiki wudhunya, khusyunya dan ruku'nya, kecuali shalat itu akan menghapuskan dosa-dosanya yang telah berlalu, selama ia tidak melakukan dosa-dosa besar dan hal ini untuk setiap masa." (HR Muslim)
"Rasulullah saw shalat dengan mengenakan kain yang mempunyai tanda-tanda, kemudian beliau melihat kepada tanda-tanda itu dengan sekali lihat. Tatkala beliau selesai dari shalatnya, beliau bersabda, "pergilah dengan kainku ini kepada Abi Jahmin dan bawahlah kepadaku pakaian (yang tebal yang tidak ada tandanya) milik Abi Jahmin, karena sesungguhnya ia telah melupakan aku dari shalatku tadi." (dan dalam sebuah riwayat dikatakan, "Sesungguhnya aku telah melihat kepada tandanya aktu shalat hingga ia hampir mengujiku.")" (HR Bukhari, Muslim dan Malih)
"'Aisyah ra mempunyai pakaian yang di dalamnya terdapat lukisan yang terjurai ke sahwah (Rumah Kecil yang menurun ke bumi dan sedikit menyerupai bilik dan lemari), sedangkan Nabi saw shalat dengan menghadap kepadanya (kain itu). Kemudian beliau bersabda, "Keluarkan baju itu daripadaku, karena lukisan itu senantiasa menghalang-halangi aku dalam shalatku." (HR Bukhari, Muslim dan Abu 'Uwanah. Rasulullah saw tidak memerintahkan untuk melepaskan gambar dan mengoyaknya, tetapi cukup menjauhkannya.)
"Tidaklah sah shalat orang yang dihadapannya terdapat makanan dan tidak pula orang yang ingin buang kotoran." (HR Bukhari dan Muslim. Hadis kedua oleh Ibnu Syaibah)
Sumber http://www.rumahislam.com/





6 komentar:
Hey kawan .... salam kenal ...
Sungguh beruntung orang2 yang khusu' dalam sholatnya
Suci juga hatinya tak terkena debu
Fokus dan tenangkan hati mu dalam beribadah,,,
Alhamdulillah, banyak hadits bisa dibaca di sini. Semoga shalat kita menjadi khusyu'
Salam ukhuwah
ALHAMDULILLAH
Posting Komentar